Satu hal lain yang membunuh saya: “Jenglot: Pantai Selatan”

25 Jan

9186886_JPS_posterSelama kelas-kelas bahasa Indonesia, saya belajar banyak hal. Contohnya: kalau saya makan makanan Indonesia, saya akan meninggal. Atau, kalau saya minum minuman Indonesia, saya akan meninggal. Dan, kalau saya merasa tidak enok badan dan pergi ke rumah sakit, saya akan meninggal. Sekarang, saya belajar dari film Jenglot Pantai Selatan yang kalau saya berlibur ke sebuah pantai Bali…saya akan meninggal.

Film ini tentang empat orang teman yang berlibur ke pantai di Bali. Bagus! Itu akan kesenangan, ya? Tidak. Karena pantai ini memiliki seekor (sebuah?) jenglot, dan jenglot ini semua debni menyenangkan mereka. Karena dia makan mereka. Jenglot melakukan ini.

Jenglot? Apa Jenglot?

Jenglot? Apa Jenglot?

Teman-teman ini adalah dua wanita dan dua pria: Randy, Temmy, Denisa, dan Josh. Matematika bagus—seorang pria untuk setiap wanita. Semua bagus…kecuali untuk seekor jenglot, yang makan orang-orang.

19836243.jpg-r_640_600-b_1_D6D6D6-f_jpg-q_x-xxyxx

Film ini adalah hal terbaik di minggu ini…

Waktu keempat tokoh datang ke pantai, mereka mulai bersenang-senang, tetapi satu per satu dibunuh oleh jenglot (ternyata, dia sangat lapar). Akhirnya, jenglot memasukan badan salah seorang wanita supaya dia bisa hidup lagi. Saya tidak mengerti bagian ini.

Jenglot Pantai Selatan bukan film baruk. Setelah hanya lima minut kami mempunyai tidak satu, tetapi dua wanita cantik yang memakai bikini. Film ini tidak bisa buruk setelah itu. Tetapi, jenglot-jenglot bukan makhluk lebih menakutkan. Mereka kecil seperti boneka (kecuali hijau dan mempunyai gigi besar). Menurut film ini, jengalot menjadi semakan ketika mereka menjadi tua.  Kalau tokoh tersebut menunggu cukup lama, mereka akan menginjak dia.

Salemat pagi, bu. Apa ingin cartu hijau?

Salemat pagi, bu. Apa ingin cartu hijau?

Itu adalah Jenglot Pantai Selatan. Dia mempunyai banyak wanita cantik yang tidak memakai banyak pakian. Dan itu bagus. Juga, dia memberikan pelajaran tentang satu hal lain yang membunuh saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: